Dia.Lo.Gue Artspace Kemang

Mungkin tidak semua orang bisa paham tentang seni. Tapi semua orang pasti bisa menikmati seni dengan caranya masing-masing. Ya begitulah kami anak-anak yang mencoba mengunjungi tempat-tempat hits di Jakarta. Kali ini saya dan teman-teman mengunjungi salah satu tempat makan sekaligus menikmati seni di kawasan Kemang yaitu Dia.Lo.Gue Artspace Kemang. Sebenarnya ide untuk mengunjungi tempat ini tercetus bagitu saja pada saat kami selesai sembahyang di Pura Aditya Jaya Rawamangun. Seperti biasa setelah bersembahyang kami selalu merasa “sayang” untuk langsung kembali ke kost kami masing-masing. Alhasil kami gambling mengunjungi tempat di daerah Kemang.

Awalnya kami memutuskan untuk mengunjungi Southbox. Setelah beberapa menit perjalanan dengan mobil dari Rawamangun ke Kemang, akhirnya kami sampai di Southbox Kemang sekitar pukul 14.00. Namun apa daya ternyata sebagian besar tempat makannya masih tutup. Kami duduk sebentar di sana dan berpikir ke mana harus melangkah setelah kecewa karena Southbox baru buka pukul 16.00. Di bawah panggangan kanopi yang sangat luar biasa, akhirnya kami sepakat untuk beralih destinasi ke Dia.Lo.Gue Artspace Kemang. Memang saya sudah sejak lama ingin ke sana sih😀

Sekitar pukul 14.30 kami tiba di Dia.Lo.Gue Artspace Kemang. Sesampainya di sana kami bingung mencari pintu masuknya. Luar biasa unik. Belum masuk saja kami sudah kebingungan. Atau kaminya yang memang agak unik ya? *shy*

Okay lulus masuk pintu masuk, kami langsung mengitari seluruh ruangan. Konsep yang disajikan di tempat ini lebih ke galery seni. Di tempat ini dipajang berbagai produk seni yang terbagi dalam beberapa ruangan. Dalam benak kami berkata “Ooh, jadi tempat seni itu seperti ini ya.” Padahal sebenarnya kami tidak mengerti sama sekali seni itu apa. Karena tidak paham seni yang disuguhkan di tempat ini, akhirnya kami memilih untuk makan saja karena yang satu ini pasti semua orang bisa memahaminya😀

Makanan yang ditawarkan di sini cukup beragam, mulai dari makanan ringan hingga makanan berat. Yang pasti pizza-nya enak banget karena bentuknya tipis dan crunchy. Saya suka saya suka!

Main ke tempat ini kurang afdhol rasanya kalau tidak berfoto-foto ria. Tempat favourite untuk berfoto salah satunya adalah tangga tipis yang ada di salah satu sisi ruangan. Untuk berfoto di sana pun tidak boleh sembarangan, ada aturannya juga lho. Jadi aturannya 1. Maksimal boleh naik 3 orang untuk foto beridiri; 2. Untuk foto duduk hanya boleh 1 orang; 3. Tidak boleh foto dengan gaya monyet alias menggelantung di tangga. Ya kurang lebih aturannya seperti itulah dengan bahasa saya sendiri. Hehehe..

Kami sempat berfoto di beberapa spot bagus di tempat ini. Namun apa daya kamera yang kami gunakan hanya kamera handphone yang tidak support untuk tempat yang intensitas cahayanya rendah. Foto yang bagus ya hanya foto di bawah ini. Hmm.. ya sudahlah. Yang penting kan have fun-nya dapet😀

dia.lo.gue.png

Oh iya, lucky-nya lagi kebetulan di sebelah meja kami ada Chef Marinka dan Daniel Mananta. Kami seperti mendapatkan bonus makan di tempat ini. Bonus makan bersama Chef Marinka dan Daniel Mananta. Yay! Tapi sayangnya kami tidak punya cukup keberanian untuk berfoto bersama dengan mereka. Huhuhu…

Okay, next destination semoga bisa lebih beruntung lagi bisa bertemu dengan  pekerja seni lainnya. Dan semoga bisa mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan lagi.

Stay young and happy guys!

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: