Analogi Belanja dan Jodoh

Minggu, 31 Januari kemarin saya dan teman-teman kuliah saya dulu yang sekarang sama-sama merantau di Jakarta berkesempatan untuk temu kangen sekalian hang-out bareng. Awalnya, Sabtu siang saya dan salah satu teman saya itu memang berencana untuk pergi ke Carrefour di Central Park untuk membeli kebutuhan bulanan. Tiba-tiba satu teman saya lagi mengirim pesan di group line dan mengajak kami untuk bertemu Minggu besoknya. Karena pada bingung mau bertemu di mana, akhirnya saya berinisiatif untuk mengajak mereka ke Central Park. Kedua teman saya itu pun setuju. Akhirnya rencana ke Carrefour Sabtu siang itu saya batalkan, diganti menjadi hari Minggu agar bisa sekalian bertemu dengan teman saya yang satu lagi.

Singkat cerita, Minggu siang setelah kedua teman saya selesai beribadah, kami berangkat ke Central Park. Saya berangkat dengan satu teman saya naik TransJakarta, sedangkan teman kami yang satu lagi berangkat sendirian diantar oleh pacarnya. Setelah kami bertemu, kami langsung mencari tempat makan. Kami harus mengisi bahan bakar terlebih dahulu sebelum menjalankan misi belanja kami.

Setelah selesai makan -tentunya sambil mengobrol ini itu- saya akhirnya minta ditemani membeli tas. Akhirnya kami memilih untuk ke SOGO yang kebetulan di ground floor-nya ada banyak sale. Saya memilih-milih tas sambil meminta pendapat teman-teman saya. “Bagus ga? Cocok ga?” Teman-teman saya mendukung pilihan saya itu sambil meyakinkan saya untuk membelinya atau tidak. Kemudian saya berpikir lagi dan menjawab, “Kayaknya di lantai atas kemarin aku lihat ada pilihan warna yang lain deh. Coba ke atas dulu yuk!” Teman-teman saya dengan setia menemani saya ke lantai atas SOGO. Setelah mencari-cari, memang ada beberapa warna pilihan lainnya untuk tas yang saya suka tadi. Tapi warna yang bagus hanya satu menurut saya. “Gimana nih menurut kalian aku mesti beli atau ga?” Teman-teman saya hanya tersenyum sambil menggoda, “Udah, beli aja. Bagus kok tasnya. Entar nyesel lagi kalau ga jadi beli terus kepikiran sampai di kosan.” Iya juga sih, saya memang tipe orang yang kalau sudah suka sama satu barang, saya akan fokus sama barang itu saja. Akhirnya saya memutuskan untuk membelinya. Saat saya tanyakan ke petugasnya apakah ada barang yang baru, si petugas menjawab, “Maaf mba, ga ada. Tinggal itu aja.” Akhirnya saya mulai berpikir lagi. Sebelumnya yang di lantai bawah saya sempat diambilkan barang yang baru tapi berbeda warna. Saya kemudian memutuskan “Lihat yang di bawah tadi aja yuk. Kayaknya tadi ada yang barunya deh.” Sekali lagi teman-teman saya hanya tersenyum dan mengiyakan ajakan saya.

Selama perjalanan ke lantai bawah, salah seorang teman saya berkata, “Nyari barang itu emang jodoh-jodohan, Chan. Kalau emang udah jodoh ya pasti ketemu.” Kemudian ditimpali oleh teman saya yang satu lagi, “Iya, jodoh pasti bertemu.” “Kalau misalnya ‘jodohku maunya ku dirimu’ gimana?” saya bermaksud menggoda mereka. “Ya tergantung kamu maunya gimana. Percaya sama Tuhan dengan ‘jodoh pasti bertemu’ atau memaksakan keinginan dengan ‘jodohku maunya ku dirimu’. Pilih yang mana?” kata teman saya. Kami kemudian tertawa dengan obrolan kami yang entah maksudnya memang membahas belanja atau ‘curhat colongan’ karena belum bertemu jodoh.

Setelah sampai di lantai bawah, saya segera ke arah rak tas yang sebelumnya sudah saya lihat dan meminta petugas untuk mengambilkan tas yang baru. Hmm.. Ternyata lapisan dalamnya berbeda dengan yang tadi di atas. Menurut saya lebih bagus yang di atas. Okay, saya ragu lagi kemudian saya berbicara dengan teman-teman saya, “Kayaknya lebih bagus yang di atas tadi deh.” Teman saya bertanya, “Mau balik lagi nih ke atas?” “Ga apa-apa tapi nganterin aku ke atas lagi?” “Ga apa-apa kok. Toh juga kita mau lihat sepatu lagi kan di atas.” Akhirnya kami kembali lagi ke atas. Saya sebenarnya merasa tidak enak dengan teman-teman saya karena saya terlalu banyak maunya. Maafkan saya ya teman. Hehe..

Sesampainya di atas saya cek kembali tasnya. “Iya memang lebih bagus yang ini”, kata teman saya. Okay saya sudah memutuskan untuk membelinya. Kemudian saya berbicara dalam hati, “Memanglah belanja itu seperti mencari jodoh. Bisa jadi kita sudah menemukan yang pas di awal. Tapi karena belum melihat semuanya dan masih ada rasa penasaran, jadinya kita berusaha bekeliling mencari barang yang lebih bagus. Tapi sejauh apapun kita mencari yang lebih bagus, kalau jodohnya memang yang sebelumnya tadi, ya kita akan balik lagi ke barang yang tadi. Bisa juga kalau memang sedang sial, barang yang sebelumnya kita suka ternyata sudah dibeli orang selama kita bekeliling  mencari barang yang lebih bagus. Atau bisa juga sejauh mana pun kita bekeliling mencari barang, tetap tidak menemukan yang cocok. Itu mungkin ‘jodohnya’ masih belum muncul, masih disimpan oleh Tuhan untuk diberikan pada waktu, tempat, dan kondisi yang tepat.” Luar biasa. Belanja pun mengajarkan kita sesuatu tentang kehidupan.

Setelah saya membeli tas, kami kemudian ke bagian sepatu. Seluruh sudut ruangan yang berisi sepatu sudah kami kunjungi. Beberapa sepatu juga sudah dicoba tapi tidak ada yang sesuai untuk teman saya. Sampai di sudut terakhir teman saya nyeletuk lagi, “Memang ya belum jodohnya dapat sepatu.” Saya menimpali, “Tapi masa sih dari ratusan pasang sepatu di sini satu pun ga ada yang cocok buat kamu?” “Hahaha.. itu dia pertanyaannya. Ada banyak pilihan tapi ga ada yang nyantol di hati”, jawab teman saya. Kami kemudian tertawa lagi.

Jodoh jodoh.. Memang semua sudah diatur oleh Tuhan. Siapa jodoh saya, di mana dia, kapan bertemunya, seperti apa dia, semua hanya menjadi rahasia Tuhan. Manusia hanya bisa menetapkan kriteria tapi nantinya harus tetap siap dengan apa yang telah dipilihkan oleh Tuhan. Satu keyakinan, apa yang dipilihkan oleh Tuhan pasti akan menjadi yang terbaik untuk kita. Semangat!

2-1-2016 2-12-41 PM

Saya dan teman-teman saya di Central Park Mall

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: